DPR AJAK WWF DAN GREEN PEACE MELINDUNGI HUTAN
DPR RI meminta World Wide Fund for Nature (WWF) dan Green Peace bersama-sama dengan Pemerintah melakukan pengawasan dan perlidungan Hutan di Indonesia dan tidak terlibat intervensi maupun campur tangan pihak asing yang berkedok melindungi hutan tetapi tujuannnya untuk mengekplorasi sumber daya genetik dan biokimia yang ada di Indonesia,demikian ungkap Adi Sukemi di depan Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan LSM World Wide Fund for (WWF) Nature , Green Peace dan Conservation Internasional di Gedung DPR, Rabu, 2 Desember 2009.
Adi menambahkan bahwa banyak aktivitis kehutanan yang di dalangi oleh perusahaan-perusahaan yang produksi berasal dari Hutan seperti Asia Pulp Paper (APP) dan Asia Pacific Resource Internasional Holding Limited (APRIL) yang memegang 80% produksi bubur kertas terbesar di dunia.
Dilain pihak Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Demokrat Djoko Udjianto meminta WWF dan Green Peace untuk mencari solusi penyelesaian illegal loging mengingat kerusakan dan pengudulan hutan Indonesia semakin meningkat.
“Tak heran saat ini Indonesia menduduki peringkat ke tiga dunia dan memiliki laju deforestrasi tercepat dunia, tegas Djoko.
Melihat kondisi kehutan yang kerusakan sedemikian besar dan hasil laporan WWF , Djoko meminta Komi IV DPR lebih tegas terhadap kebijakan Menteri Kehutanan dan meminta pemerintah untuk menijau kembali izin pembukaan lahan gambut. Karena sesuai Peraturan Pemeraturan, pemanfaatan hutan gambut hanya 3 km tetapi nyatanya banyak yang melakukan hingga 10 km kedalam.
Lebih lanjut Djoko mengemukakan bahwa deforestrasi Indonesia telah meningkatkan emisi gas dunia. Dan hal ini tentunya bertentangan dengan komitmen Presiden SBY disampaikan pad pertemuan Negara G20 di Amerika pada bulan Oktober tahun lalu, dimana SBY berkomitmen Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca 26% pada tahun 2020.
Nurhayati, Direktur utama Greenpeace menanggapi kecemasan DPR tentang pernyataan Presiden dlam G20. “Kami optimis hal itu bisa terjadi, jika penanganan hutan dilakukan dari sekarang” katanya. (Lss)